Sabtu, 14 Desember 2013

NURI MAULIDA. MIRIPKA? IYAKAH?



                Aku heran dengan teman-teman sekelas. Entah mengapa, hari sabtu kemarin, ketika aku ke kampus. Kebetulan hari itu aku mengenakan jilbab ala-ala hijabers. Agak gaya gitu. Sesampainya di kampus, sorak sorai dari teman-teman mulai menggelegar ke setiap sudut ruangan. Jilbab berwarna biru dengan sedikit sentuhan bola-bola sebagai polanya menghiasi kepalaku. Suara dari Astry Ayu Hamrin yang paling terdengar. Temanku yang satu ini memang pada dasarnya memiliki suara yang-bisa dibilang-enak untuk didengar. Meski banyak teman yang memiliki suara yang indah, tapi ketika mendengar suara Ayu, rasanya bisa menenangkan pikiran. Merdu skali (menurutku).
          Nuri Maulida. Keyakinanku cukup besar mengatakan bahwa sebagian dari Anda telah mengetahui siapa dia. Iya. Artis yang satu ini sering dikait-kaitkan dengan saya. Menurut penuturan beberapa teman sekelas mengatakan demikian. Katanya aku mirip dengannya. Dari pribadi sih, cukup bangga ternyata ada kemiripan dengan beliau. Namun, disisi lain aku sendiri bingung mencari dimana letak kemiripanku dengannya. Mungkin karena hari itu(sabtu)aku yang kebetulan mengenakan jilbab -mungkin-modelnya hampir sama dengan Nuri Maulida. Jadi mereka berkesimpulan seperti itu. Tapi, kalau mau lihat lebih jelasnya bisa diperhatikan foto berikut, cari sendiri dimana letak kesamaan aku dan Nuri Maulida!!



               



          

Senin, 09 Desember 2013

SEMBILAN OKTOBER


            Rabu malang. Ada banyak peristiwa yang kutemui hari ini. Mulai dari pagi sampai sekarang. Sebenarnya ini bukan masalah, tapi boleh dikatakan masalah. Tadi sore menjelang petang, aku mengunjungi sekretariat profesi dengan maksud untuk mengambil sertifikat pada saat kegiatan DJMTD (diklat jurnalistik mahasiswa tingkat dasar).  Setelah sampai disana, terdapat pengumuman peserta yang lulus dipajang di teras. Dan kutemukan, di antara deretan nama-nama dari jurusan matematika hanya namaku yang beda. Warna merah bertuliskan tidak lulus seakan menghentikan langkah kakiku. Ada perasaan malu, karena cuma aku yang tidak lulus dari matematika. Meski pada akhirnya dari pihak panitia mengklarifikasi masalah itu, tapi sedikitnya ada rasa kecewa.  Tuhan berkehendak lain. Mungkin ada yang lebih baik dari ini. Sadarku jua, Tuhan masing sayang padaku. Dia masih menginginkanku menjadi lebih baik. Sempat terlintas bahwasanya, mungkin Tuhan ingin saya harus fokus pada perkuliahan, jangan terlalu sibuk dengan dunia organisasi. Meski memang kuliah menjadi prioritas utamaku, tapi rasanya janggal. Sekadar kuliah to’ saja. Tak ada pengalaman. Minimal apakah ntu mae, yang bisa diceritakan sama orang kalo bahas masalah pengalamanki. Setidaknya ada pengalamanlah.
            Banyak orang pernah mengatakan bahwa, tulisan adalah karya yang bisa membuat orang mengenang kita. Bukti bahwa kita pernah ada di bumi. Berharap akan ada karya yang bisa kubuat dari tulisan ini. Meski hanya dalam bentuk paper atau apakah, yang jelas orang bisa lihat atau minimal baca, apa yang menjadi keluh kesahku selama ini. Banyak juga yang suka nulis, tapi jarang dipublikasikan. Selalu memikirkan namun tidak direalisasikan. Begitu saya. Di pikiran selalau ada niat untuk melanjutkan tulisan ini, namun entah mengapa ada saja yang menghalang-halangi niat baikku itu. Tiap kali mau menulis, selalu saja ada halangan. Niat sangat besar untuk menjadi penulis. Namun, usaha dan kerja keras masih terbilang minim. Bagaimana mau tercapai ini mimpi. Sekadar mimpi belaka saja.
            Menjadi seorang yang eksis ternyata tidah mudah. Harus berani tampil percaya diri. Mengungkapkan apa yang ada di pikiran ke dalam lisan itu tidak mudah. Masih tersendat-sendat kalau mau mengucapkan sesuatu. Beda dengan mereka yang benar-benar sudah mahir dalam berbicara. Kejadian yang sangat lucu ketika misalnya sedang berbicara di depan umum dan terjadi kesalahan fatal. Memang tak mudah menjadi pembicara di depan umum, namun kita harus jeli terhadap itu.
            Ada banyak hal yang ingin kutuliskan malam ini. Aku ingin menceritakan tentang K’ Hijrah. Orang yang pernah kuceritakan sebelumnya. Baru-baru ini, aku sempat memimpikannya. Kulihat dalam mimpi itu, ia mendekatiku saat aku baring. Ada sesuatu yang ia bisikkan padaku, namun tak dapat kupaparkan dengan jelas apa yang ia katakan. Dan tadi siang, ternyata ia di  depan mata. Berada tepat di bawah pohon. Ia duduk bersama rekannya, Eman Wahyudi. Disitu mereka bercakap. Lama. Seakan tak pernah ketemu selama setahun. Kutundukkan kepala saat bertatapan dengannya. Kulemparkan senyumku. Dia membalasnya. Bahagia rasanya. J JJ
            Lama tak bertemu dengannya, karena dianya sedang KKN di Watansoppeng. Rindu iya padanya, kangen dengan wajahnya. Meski sesekali terlihat menjengkelkan, tapi itulah kelebihannya. Senyum khasnya. Lucu aja, kalo liat dia senyum. Ditambah dengan gigi ginsulnya. ManisJ
            Senior yang satu ini memang membuat orang terkagum-kagum. Ia pernah masuk tv loh. Kalo nda salah di english corner. Meski di tv lokal, namun cukup banyak yang liat. Mengingat Makassar juga cukup luas, dan mungkin jangkauannya sampai kenpelosok-pelosok, ada kemungkinan ia dilihat bnyak orang.