Rabu malang. Ada banyak peristiwa
yang kutemui hari ini. Mulai dari pagi sampai sekarang. Sebenarnya ini bukan
masalah, tapi boleh dikatakan masalah. Tadi sore menjelang petang, aku
mengunjungi sekretariat profesi dengan maksud untuk mengambil sertifikat pada
saat kegiatan DJMTD (diklat jurnalistik mahasiswa tingkat dasar). Setelah sampai disana, terdapat pengumuman
peserta yang lulus dipajang di teras. Dan kutemukan, di antara deretan
nama-nama dari jurusan matematika hanya namaku yang beda. Warna merah
bertuliskan tidak lulus seakan menghentikan langkah kakiku. Ada perasaan malu,
karena cuma aku yang tidak lulus dari matematika. Meski pada akhirnya dari
pihak panitia mengklarifikasi masalah itu, tapi sedikitnya ada rasa
kecewa. Tuhan berkehendak lain. Mungkin
ada yang lebih baik dari ini. Sadarku jua, Tuhan masing sayang padaku. Dia
masih menginginkanku menjadi lebih baik. Sempat terlintas bahwasanya, mungkin
Tuhan ingin saya harus fokus pada perkuliahan, jangan terlalu sibuk dengan
dunia organisasi. Meski memang kuliah menjadi prioritas utamaku, tapi rasanya
janggal. Sekadar kuliah to’ saja. Tak ada pengalaman. Minimal apakah ntu mae,
yang bisa diceritakan sama orang kalo bahas masalah pengalamanki. Setidaknya
ada pengalamanlah.
Banyak orang pernah mengatakan
bahwa, tulisan adalah karya yang bisa membuat orang mengenang kita. Bukti bahwa
kita pernah ada di bumi. Berharap akan ada karya yang bisa kubuat dari tulisan
ini. Meski hanya dalam bentuk paper atau apakah, yang jelas orang bisa lihat
atau minimal baca, apa yang menjadi keluh kesahku selama ini. Banyak juga yang
suka nulis, tapi jarang dipublikasikan. Selalu memikirkan namun tidak
direalisasikan. Begitu saya. Di pikiran selalau ada niat untuk melanjutkan
tulisan ini, namun entah mengapa ada saja yang menghalang-halangi niat baikku itu.
Tiap kali mau menulis, selalu saja ada halangan. Niat sangat besar untuk
menjadi penulis. Namun, usaha dan kerja keras masih terbilang minim. Bagaimana
mau tercapai ini mimpi. Sekadar mimpi belaka saja.
Menjadi seorang yang eksis ternyata
tidah mudah. Harus berani tampil percaya diri. Mengungkapkan apa yang ada di
pikiran ke dalam lisan itu tidak mudah. Masih tersendat-sendat kalau mau
mengucapkan sesuatu. Beda dengan mereka yang benar-benar sudah mahir dalam
berbicara. Kejadian yang sangat lucu ketika misalnya sedang berbicara di depan
umum dan terjadi kesalahan fatal. Memang tak mudah menjadi pembicara di depan
umum, namun kita harus jeli terhadap itu.
Ada banyak hal yang ingin kutuliskan
malam ini. Aku ingin menceritakan tentang K’ Hijrah. Orang yang pernah
kuceritakan sebelumnya. Baru-baru ini, aku sempat memimpikannya. Kulihat dalam
mimpi itu, ia mendekatiku saat aku baring. Ada sesuatu yang ia bisikkan padaku,
namun tak dapat kupaparkan dengan jelas apa yang ia katakan. Dan tadi siang,
ternyata ia di depan mata. Berada tepat
di bawah pohon. Ia duduk bersama rekannya, Eman Wahyudi. Disitu mereka
bercakap. Lama. Seakan tak pernah ketemu selama setahun. Kutundukkan kepala
saat bertatapan dengannya. Kulemparkan senyumku. Dia membalasnya. Bahagia rasanya.
J JJ
Lama tak bertemu dengannya, karena
dianya sedang KKN di Watansoppeng. Rindu iya padanya, kangen dengan wajahnya.
Meski sesekali terlihat menjengkelkan, tapi itulah kelebihannya. Senyum
khasnya. Lucu aja, kalo liat dia senyum. Ditambah dengan gigi ginsulnya. ManisJ
Senior yang satu ini memang membuat
orang terkagum-kagum. Ia pernah masuk tv loh. Kalo nda salah di english corner.
Meski di tv lokal, namun cukup banyak yang liat. Mengingat Makassar juga cukup
luas, dan mungkin jangkauannya sampai kenpelosok-pelosok, ada kemungkinan ia
dilihat bnyak orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar