Selasa, 23 September 2014

Karakteristik Pemimpin yang Dibutuhkan Indonesia

http://beasiswadataprint.com
www.dataprint.co.id


Indonesia memiliki ribuan bahkan jutaan manusia yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Sejauh yang saya ketahui selama menjadi warga Indonesia bahwasanya negara ini masih jauh dibandingkan negara-negara maju di berbagai belahan dunia. Itu semua tidak luput dari peran dari seorang kepala negara.

Berbicara tentang kepala negara, artinya berbicara di wilayah kepemimpinan. Di Indonesia, ada beberapa orang yang telah berjasa memimpin negara ini. Salah satunya, B.J. Habibie. Beliau adalah salah seorang tokoh yang namanya pernah terkenal karena jabatannya sebagai pemimpin di masanya. Makn terkenal dengan dirilisnya sebuah film berjudul "Habibi dan Ainun" yang dibintangi oleh Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari. Dua seniman yang memerankan tokoh Habibi dan Ainun.

Banyak hal yang membuat saya mengambil salah seorang tokoh pemimpin di Indonesia. Tapi, satu yang membuat saya paling bangga bahwa negara Indonesia pernah dipimpin oleh seorang yang begitu kuat dari segi mentalnya. Ada segelintir kisah yang beliau sumbangkan untuk negara Indonesia. Warga negara mana yang tidak bangga memiliki pemimpin yang seperti beliau.

Tapi, apa yang terlihat sekarang? Meskipun Indonesia sangat kaya dengan budaya dan adat istiadatnya, namun itu semua tertutupi dengan hal-hal negatif. Kemiskinan meraja lela, korupsi dimana-dimana. Ya. Itu hanyalah segelentir kejadian-kejadian yang terjadi di Indonesia. Apa yang mennyebabkan hal ini terjadi? salah satunya adalah karakter yang dimiliki bangsa kita. Bagaimana Indonesia mau maju kalau pemimpin kecil saja sudah melakukan korupsi. Bukankah hal besar biasanya terjadi karena hal-hal kecil. 

Lantas, seperti apakah karakter pemimpin yang dibutuhkan bangsa kita? 
"Amanah, memiliki integritas, pro rakyat, jujur, adil, dan pemberani. Warga negara mana yang tidak ingin dipimpin dengan pemimpin yang memiliki karakter seperti itu? Tapi tahukah Anda bahwa seorang pemimpin juga manusia biasa yang memiliki kelemahan? ". Kalimat diatas saya kutip dari blog sebelah pada paragraf kedua. (http://indidaribulan.wordpress.com/2014/05/24/pemimpin-seperti-apakah-yang-dibutuhkan-rakyat-indonesia/)

Terlepas dari semua itu, entah siapa yang nantinya atau sedang menjabat sebagai pemimpin negara ini, "berkerjalah dengan ikhlas dan selalu tersenyum". Bekerja bukan untuk diliat atau dihargai orang lain tapi semata-mata hanya karena mengharap ridha Allah swt. Jutaan orang yang berbeda pasti memiliki sosok pemimpin dengan karakter yang sesuai dengan keinginannya. Dan sekali lagi saya katakan bahwa pemimpin juga manusia biasa yang memiliki kelemahan. Secara otomatis, ada hal yang tidak terwujudkan dari kumpulan keinginan-keinginan itu. 









Minggu, 21 September 2014

JUDULNYA: TERIMA KASIH


1.
Saya ingin berterima kasih kepada Ardhy. Orang yang telah menyiram saya  dengan air got pada saat menjelang hari kelahiran saya. Kami tak pernah berkenalan sebelumnya, namun karena keseringan bersama akhirnya kami bisa jadi akrab. Hatinya berkata, “Akhirnya saya balas dendam juga”, karena sebelumnya kusiram dengan segelas air hangat di bokongnya 12 Agustus lalu.

2.
Kepada Kak Lala. Terima kasih pula karena telah meng-krimbat rambutku dengan tepung terigu, layaknya tukang salon yang lihai menggunakan tangannya. Sepupu yang satu ini, angkatan kosong tiga di rumah (H. Sofyan) . Tunggu pembalasanku akhir September nanti .sepupuku sayang

3.
Untuk Rini juga terima kasih. Air got depan rumah ikut mengambil peran pada saat ia menyiramkan ke tubuhku yang tikus (tinggi-kurus). Berlari bak dikejar-kejar anjing gila sampai akhirnya saya menyerah. Saya diperlakukan seperti musuh bebuyutannya yang sudah lama ia cari-cari selama bertahun-tahun.

4.
Buat Kak Asni, kakak (paling) tua yang ada di rumah. Ia dengan gayanya yang sok, menyuruh saya membuang sampah di samping rumah. Ternyata itu adalah bagian dari scenario untuk menjebak saya. Dengan lugunya saya mengiyakan permintaannya. Wajah sok polos yang tersirat di balik mukanya tak dapat kumaknai bahwa itu merupakan aktingnya. Terima kasih

5.
Anggi. Kupanggil dia Dek Anggi karena usianya yang lima tahun di bawah saya. Masih sangat belia. Ikut serta dalam menyiram saya dengan air got. Terima kasih
6.
Teruntuk Yahya. Tetap Kuucapkan terima kasih meski tak berbuat seperti yang dilakukan kelima orang di atas. Ia sibuk dengan mimpi indahnya bersama Eka (nama pacarnya). Pilihan yang sangat bijak.

7.
Kepada Kak Ulil (Pacar Kak Lala). Terima kasih juga telah menjadi orang pertama yang mengirimkan pesan lewat ponsel saat jarum jam menunjukkan angka 01.00 am. Melalui percakapan tadi malam, ia menyuruh saya menyebutkan tiga hal yang kuinginkan untuk diberi olehnya. Sebagai calon sepupu ipar yang baik, lantas saya menuruti perintahnya. Doaku dalam hati, semoga ia mengabulkan permintaanku.

8.
Asriadi, tapi lebih akrab disapa Kak Asri. Dia pacar dari kakak tertua (Kak Asni). Tak kusangka ia menepati janjinya. Memberiku sebuah boneka. Doraemon bentuknya. Saya heran darimana ia menemukan ide untuk memberiku hadiah boneka. Mungkin karena sebagian wanita suka dihadiahi sebuah boneka lalu diberlakukan pula untuk saya. Terima kasih kak. Ini boneka kedua yang kumiliki sejak aku lahir sampai sekarang. Saya terharu dan tak lupa kuucapkan terima kasih. Mengenai janjiku untuk memberimu kado (juga), saya berusaha untuk menepatinya namun tidak sekarang tapi nanti. Saya selalu percaya bahwa Tuhan telah merencanakan hari dimana hal itu akan terjadi.

9.
Untuk Dhava (Pacar Rini) terima kasih juga. Melalui kekasihnya, ia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk saya.

10.
@Mentari_JP adalah akun twitternya. Nuna sapaanku padanya. Walaupun persembahan yang kau berikan lewat radio profesi tadi malam tak sempat kudengar, tapi terima kasihku padamu tetap kuucapkan.

11.
Special untuk teman lamaku, Chica, Bau, dan Bidang. Terima kasih yang sebesar-besarnya sudah menjadi bagian dari hidupku selama ini. Meski tak memberiku apa-apa selain ucapan dan doa, bagiku itu sudah lebih dari cukup.

12.
EMS. Erick Manase Sambo. Salah seorang dari keempat lelaki di kelas saya. Hanya dia  yang mengirimkan ucapan lewat SMS menggunakan dua nomor yang berbeda. Terima kasih kawan. Gantungan kuncinya kutunggu.
*berat tanganmu kah?? Mari saya bantu pegang

13.
Untuk teman-teman yang namanya tak bisa kuucapkan satu persatu, terima kasih karena telah menyempatkan diri untuk sekadar mengirimkan tiga huruf di dinding facebook-ku (Hbd), lalu dibumbuhi dengan kata “Ditunggu traktirannya!!”.

14.
Dan untuk semua orang yang telah membuat kesan berarti di usiaku yang telah menginjak 19 tahun, baik yang telah kusebutkan namanya maupun yang yang tidak, TERIMA KASIH.

15.
Sesuai dengan angka kelahiran saya, kutempatkan dia di posisi terakhir. Selain itu karena saya ingin dia jadi yang terakhir dan jadi pasangan hidupku.
Untuk teman yang kukenal sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama sampai sekarang.  Tak ada kata lagi yang layak  tuk diucapkan padanya selain rasa terima kasihku. Dan tak ada pula kata yang mampu menggambarkan betapa bahagianya hatiku saat dia berkata akan menemuiku setelah salat jumat kemarin. Teriknya matahari di kota Daeng dan jarak yang bisa dibilang cukup jauh, tak menyurutkan niatnya untuk bertemu. Tepat pukul dua siang dia datang. Dengan potongan rambut baru mengingatkan saya memori dua tahun silam saat saya masih SMA. Rapi dan bersih. Dua kata yang menggambarkan dirinya. Tak sama seperti hari-hari sebelumnya yang acak-acakan bukan main. Rambutnya yang dibiarkan tumbuh sampai bahu. Oh, sungguh! Dia duduk dan kuseduhkan minuman berwarna putih setelah beberapa menit. Lama berbincang, dia menyuruhku membuka sebuah bingkisan yang dibawanya. Lantas kubuka dan kutemukan sebuah benda di dalamnya. Warnanya indah. Kubuka lagi kain berwarna biru di dalamnya. Bentuknya seperti buku. Tebal sekali. Setelah membolak-balik, kutemukan kalimat, AL QUR’NULKARIM SPECIAL FOR WOMAN”. Degub jantungku makin berdebar. Alquran rupanya. Tak ada dugaan sebelumnya dia akan memberiku kitab suci. Karena sebelumnya dia menyatakan bahwa hadiah yang akan diberikan padaku tidak jauh dari kehidupannya. Buku, iya buku. Karena itu di pikiranku terbayang beberapa macam buku bacaan. Namun semuanya buyar setelah kudapati buku yang dia maksud ternyata Alquran. Meski cara memakainya sama dengan membaca buku biasa tapi ada hal yang berbeda. Tak sampai disitu, ternyata terdapat pula selembar kertas bergaris berisi puisi yang diberinya judul “………………” (rahasiaku). Lalu dia membacakannya untukku. Ada hal yang menjadi rutinitas yang belakangan ini dia lakukan. “Jangan pernah percaya atas semua yang telah kuucapkan tadi karena semuanya adalah kebohongan”.  Ketika kalimat ini terucap artinya pertemuan pun usai. Dia selalu mengakhiri perbincangannya dengan mengucapkan kalimat itu.  Dia pamit. Lalu bersalaman dan kucium tangannya (salah satu hal yang bagiku berkesan di ujung pertemuanku dengannya). “Terima kasih kadonya. Hati-hatiki nah”, ucapku sambil melambaikan tangan mengikuti laju sepeda motornya.